Jasa Web Toko Online dengan WordPress & WooCommerce

Penjualan Naik, Tapi Potongan Marketplace Ikut Membesar?
Awalnya marketplace memang praktis. Produk tinggal diunggah, pembeli sudah tersedia, dan transaksi bisa berjalan tanpa harus membuat sistem sendiri. Namun, ketika bisnis mulai berkembang, biaya admin, potongan transaksi, program promo, biaya layanan, serta perubahan aturan platform bisa semakin terasa. Semakin besar transaksi, semakin penting untuk menghitung kembali apakah marketplace masih menjadi satu-satunya tempat yang paling menguntungkan untuk berjualan.
Bukan berarti marketplace harus ditinggalkan. Marketplace tetap bisa menjadi salah satu channel penjualan, sementara kamu mulai membangun toko online milik sendiri. Dengan website sendiri, kamu punya tempat untuk membangun brand, mengelola produk, dan menerima pesanan tanpa seluruh penjualan bergantung pada satu platform.
Marketplace Tetap Jalan dan Toko Sendiri Mulai Dibangun.
Bukan Cuma Website, Tapi Sistem untuk Menjalankan Toko
Produk dan Brand Lebih Menonjol
Di toko online sendiri, pelanggan lebih fokus pada produk dan brand kamu tanpa terganggu rekomendasi kompetitor seperti di marketplace.
Tidak Bergantung pada Aturan Marketplace
Kamu memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengatur tampilan, promo, komunikasi, dan pengalaman belanja tanpa harus mengikuti perubahan kebijakan platform.
Membangun Brand yang Lebih Kuat
Tampilkan identitas, cerita, nilai, dan keunggulan bisnis dalam satu tempat agar pelanggan lebih mudah mengenali dan mengingat brand kamu.
Memiliki Hubungan yang Lebih Dekat dengan Pelanggan
Toko online sendiri memberi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan pelanggan dan mendorong pembelian ulang secara lebih personal.
Menjadi Aset Bisnis Jangka Panjang
Website dengan domain sendiri dapat menjadi aset digital yang terus mendukung bisnis, bukan sekadar lapak yang bergantung pada platform pihak lain.
Lebih Siap Mengembangkan Bisnis
Kamu dapat mengembangkan strategi penjualan, program pelanggan, promo, dan pengalaman belanja sesuai arah bisnis tanpa terbatas oleh format marketplace.

Mulai Bangun Toko Online Milik Sendiri
Kalau penjualan mulai meningkat, produk semakin banyak, dan biaya marketplace terasa semakin besar, mungkin sudah saatnya bisnis memiliki channel penjualan sendiri. Marketplace tetap bisa digunakan untuk menjangkau pembeli baru, tetapi website toko online dapat menjadi tempat yang lebih bebas untuk menampilkan produk, mengatur pengalaman belanja, dan menerima pesanan.
Apalagi jika bisnis sudah memiliki followers, pelanggan, atau traffic dari Instagram, TikTok, WhatsApp, Meta Ads, maupun Google Ads. Daripada seluruh traffic diarahkan ke marketplace, sebagian bisa diarahkan ke website milik sendiri agar bisnis mulai membangun aset digital dan hubungan langsung dengan pelanggan.
Website toko online bukan hanya tentang tempat berjualan, tetapi juga tentang membangun brand untuk jangka panjang. Kamu memiliki domain, tampilan, katalog, dan pengalaman belanja yang dapat disesuaikan dengan karakter bisnis tanpa harus mengikuti aturan atau tampilan marketplace.
Lihat Website Toko Online yang Sudah Dikerjakan
Website Toko Online Kamu Dikerjakan Langsung oleh Yana

Bukan dilempar ke tim lain, bukan sekadar mengambil template lalu mengganti isi.
Saya membantu bisnis membuat website toko online yang bukan hanya terlihat profesional, tetapi juga siap digunakan untuk mengelola produk dan menerima pesanan.
Mulai dari desain, struktur toko, WooCommerce, sampai kebutuhan integrasi, semuanya saya kerjakan sampai siap digunakan.
Kamu cukup ceritakan produk, kondisi toko saat ini, dan kebutuhanmu.
Sisanya, biar saya yang kerjakan.
Dari Marketplace ke Toko Online Sendiri
Konsultasi Awal
Ceritakan bisnis, produk, marketplace yang digunakan, dan kebutuhan toko online.
Draft & Pengerjaan
Struktur toko, desain, katalog, WooCommerce, dan fitur yang disepakati mulai dikerjakan.
Review & Revisi
Website direview dan alur belanja diuji, mulai dari produk, checkout, ongkos kirim, hingga pembayaran.
Live & Siap Pakai
Website dipasang pada domain dan hosting, lalu siap digunakan sebagai channel penjualan milik sendiri.
Harga Jasa Web Toko Online
Paket Standard
- WordPress + WooCommerce
- Website toko online custom
- Katalog & halaman produk
- Keranjang & checkout
- Integrasi payment gateway
- Cek ongkos kirim otomatis
- Manajemen produk & stok
- Manajemen pesanan
- Responsive di semua perangkat
- 3x Revisi minor
- Domain & hosting belum termasuk.
Paket Lengkap
- WordPress + WooCommerce
- Website toko online custom
- Katalog & halaman produk
- Keranjang & checkout
- Integrasi payment gateway
- Cek ongkos kirim otomatis
- Integrasi WhatsApp Gateway (biaya pertahun)
- Manajemen produk & stok
- Manajemen pesanan
- Responsive di semua perangkat
- Setup Google Analytics
- Setup Google Search Console
- 3x Revisi minor
- Domain & hosting selama 1 tahun
Catatan: Biaya payment gateway, API ongkos kirim, dan layanan pihak ketiga ditanggung oleh klien.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kalau masih ada yang membuat ragu, cek dulu jawabannya di sini.
Website toko online adalah website yang memungkinkan bisnis menampilkan produk dan menerima pesanan secara langsung melalui website. Dengan WooCommerce, pelanggan dapat memilih produk, checkout, dan melakukan pembayaran sesuai metode yang tersedia.
Harga jasa web toko online mulai dari Rp5.000.000 untuk Paket Standard, belum termasuk domain dan hosting. Paket Lengkap tersedia dengan harga Rp7.500.000, termasuk domain dan hosting.
Ya. Website dibuat menggunakan WordPress dan WooCommerce sebagai sistem toko online.
Bisa. Payment gateway dapat diintegrasikan agar pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui metode yang tersedia.
Biaya layanan dan transaksi mengikuti ketentuan provider dan ditanggung oleh klien.
Bisa. Website dapat diintegrasikan dengan API layanan pengiriman untuk menghitung atau menampilkan ongkos kirim berdasarkan alamat pelanggan.
Biaya penggunaan API atau layanan pihak ketiga ditanggung oleh klien.
Bisa. Produk, variasi, harga, stok, dan pesanan dapat dikelola melalui dashboard WooCommerce.
Tentu. Website tidak harus menggantikan Shopee atau marketplace lainnya.
Marketplace bisa tetap digunakan sebagai channel penjualan, sementara website menjadi toko online milik sendiri.
Layanan ini fokus pada pembuatan website toko online sendiri, bukan pembuatan atau pengelolaan toko di Shopee.
Bisa untuk kebutuhan tertentu, tetapi website marketplace membutuhkan sistem multi-vendor dan fitur yang berbeda dari toko online biasa, biaya nya pun berbeda, silahkan diskusikan lagi soal ini.
Bisa. Website dapat digunakan sebagai tujuan traffic dari Meta Ads, Google Ads, media sosial, maupun channel pemasaran lainnya.
Bisa untuk kebutuhan tertentu. Biaya jasa edit website akan disesuaikan dengan platform, kondisi website, dan perubahan yang dibutuhkan.
Tersedia pilihan paket mulai dari Rp5.000.000. Harga menyesuaikan kebutuhan fitur dan scope pengerjaan, bukan sekadar menggunakan template generik.



